Mentan Amran Jamin Ketahanan Pangan Berjalan Selaras dengan Proyek B50

By Admin

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

nusakini.com, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas pasokan pangan nasional di tengah upaya mewujudkan kemandirian energi. Penegasan ini disampaikan sang menteri usai mengikuti Rapat Terbatas di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar produksi komoditas pangan pokok tetap menjadi prioritas utama kabinet. Langkah tersebut diambil guna memastikan ketahanan gizi masyarakat tidak terganggu oleh masifnya pengembangan energi alternatif.

"Ini arahan Bapak Presiden agar pangan khususnya padi, beras, kita jaga dengan baik," sebut Amran saat memaparkan hasil rapat. Pihaknya berjanji akan terus mengawal keberlanjutan swasembada beras yang selama ini menjadi capaian strategis nasional.

Selain sektor pangan, Kementerian Pertanian juga tengah mempersiapkan dukungan penuh terhadap program energi terbarukan melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Fokus utama instansi saat ini adalah menyediakan bahan baku mentah untuk memproduksi biodiesel B50 dan bioetanol.

Kesiapan tersebut diyakini mampu menekan ketergantungan negara terhadap impor bahan bakar fosil secara bertahap. "Untuk B50, kami sangat siap. Bahan bakunya banyak," ungkap Mentan memberikan jaminan ketersediaan pasokan.

Ia menambahkan bahwa kelapa sawit akan menjadi ujung tombak dalam memproduksi biodiesel untuk memenuhi melonjaknya kebutuhan domestik. Sementara itu, komoditas seperti tebu, jagung, dan ubi kayu bakal diarahkan sepenuhnya sebagai bahan dasar pembuatan bioetanol.

Hilirisasi di sektor pertanian ini diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi produk primer petani lokal. "Sebenarnya semuanya sudah kita siapkan," tegasnya merujuk pada cetak biru infrastruktur pendukung program B50.

Secara keseluruhan, dua agenda besar ini dirancang agar berjalan berdampingan tanpa saling meniadakan fungsi utamanya. Peningkatan produktivitas pertanian diklaim bakal terus digenjot demi menjawab tantangan ketersediaan makanan sekaligus energi nasional.

Kementerian Pertanian kini terus berupaya meningkatkan efisiensi proses hilirisasi berbagai komoditas strategis tersebut. Upaya ini menjadi kunci penting agar target ketersediaan logistik dan bahan bakar ramah lingkungan dapat tercapai bersamaan. (*)